aku cinta Indonesia-Garuda di dadaku
Tampilkan postingan dengan label berani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berani. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2011

KPK oh KPK, Pak Be-Ye oh Pak Be-Ye

Presiden SBY dan KPK Jangan Menumpuk Kegagalan

Sunday, 3 July 2011
Presiden SBY dan KPK jangan menumpuk kegagalan dalam menangani kasus-kasus hukum yang menjadi perhatian publik. Kasus dugaan suap dalam proyek Wisma Atlet Sea Games Palembang telah dibuka, dan karena itu harus dituntaskan.
Prosesnya mengacu pada logika dan proses hukum kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan deputi gubernur Senior Bank Indonesia. Dalam kasus ini sejumlah tersangka penerima suap bisa disidangkan dan divonis oleh pengadilan, walaupun pihak yang menyuap tak pernah diketahui. atau dihadirkan ke persidangan.
Maka, kasus dugaan suap wisma atlet Sea Games di Palembang jangan sampai diambangkan lagi, sekali pun ada indikasi Muhammad Nazaruddin menolak kembali ke tanah air.
Dari pemeriksaan sejumlah tersangka, KPK sudah mengantongi sejumlah bukti yang bisa dijadikan dasar untuk membawa kasus ini ke Pengadilan Tipikor. Kalaupun Nazaruddin pada akhirnya benar-benar tidak kembali, biarlah fakta itu menjadi pengetahuan publik.
Kalau proses hukum kasus ini diambangkan hanya karena faktor ketidakhadiran Nazaruddin, rakyat akan mencatat bahwa Pemerintahan SBY dan KPK hanya bisa menumpuk kasus hukum tetapi gagal dalam menanganinya. Tak akan pernah hilang dari ingatan publik bahwa pemerintahan SBY dan KPK masih berutang janji untuk menuntaskan proses hukum skandal Bank Century dan kasus mafia Pajak. Kasus suap cek perjalanan Miranda Gultom pun belum tuntas.

(Bambang Soesatyo, Anggota Komisi III DPR)

Jumat, 29 April 2011

Bambang Soesatyo: Pidato SBY karena 'Anak Tertuanya' Merengek

Politisi Golkar Bambang Soesatyo menilai pidato Presiden SBY soal evaluasi hanya untuk menenangkan sebagian pihak. Bambang menganggap pidato SBY itu disebabkan karena 'anak tertuanya' merengek.
"Ibarat rumah tangga, SBY itu bapak yang punya 9 anak. Nah anak pertama merengek agar anak kedua dan ketiga diusir dari rumah. Kemudian SBY mengeluarkan pendapatnya agar anak pertama berhenti merengek," ujar Bambang kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/3/2011).
Menurut anggota Komisi III DPR ini, pidato SBY ternyata ampuh dan mampu menhentikan anak tertua merengek.
"Nah buktinya anak tertuanya hari ini berhenti merengekkan. Hahahaha," sindir Bambang yang enggan menyebutkan siapa yang ia maksud sebagai anak pertama SBY.
Anggota komisi III DPR ini juga yakin jika Presiden SBY tidak akan mengeluarkan Partai Golkar dari koalisi. Bahkan, ia prediksi jatah menteri partai berlambang beringin itu akan ditambah oleh SBY.
"Kalau jatah menteri Golkar ditambah maka SBY pintar. Dan kalau Golkar menerima tambahan jatah kursi itu maka Golkar melakukan kesalahan," terangnya.
Bambang menjelaskan, dengan menerima tambahan kursi menteri akan membuat citra Golkar menurun di Tahun 2014 mendatang. Sebab, masyarakat kian kehilangan kepercayaan kepada Golkar.
"Saya pribadi lebih sepakat bila Golkar keluar dari koalisi. Lebih baik kehilangan kursi menteri daripada kehilangan dukungan dari rakyat," katanya.
(her/gun)
Dimuat di media: 
detik.com
http://www.detiknews.com/read/2011/03/02/154552/1583089/10/bambang-soesatyo-pidato-sby-karena-anak-tertuanya-merengek?n991103605

dari BAMBANG SOESATYO, sesuai aslinya.

Sabtu, 23 Oktober 2010

ketakutan atau keberanian



sering manusia merasa ketakutan, tapi perlukah takut itu dipertahankan .. ??
sering pula manusia sangat berani bertindak dan mengambil keputusan, tai perlu pulakah kabarnian itu dpertahankan .. ??

takut dan berani mungkin dua kata ini bagi kebanyakan orang adalah dua hal yang saling bertentangan, tapi apakah benar seerti itu .. ??

seorang anak takut disaat akan memasuki sekolah yang baru. begitu akhirnya dia sampai di sekolah yang baru dia begitu menikmati dan bersyukur dia menjadi salah satu bagian dari sekolah itu, tepatkah ketakutannya .. ??

seorang anak mendapat kesempatan untuk mewakili sekolahnya bertanding di kejuaraan. dengan pe-de dan sangat enjoy dia merasa yakin akan berada di kejuaraan itu. dan benar saja, ketika tiba waktunya, dia mengikuti kejuaraan itu dan tibalah saatnya bagi dia memamerkan karyanya, dan tiba-tiba saja dia seperti kehilangan inspirasi karena ia grogi disaat sedang tanmpil dihapan peserta lainnya dan para dewan juri hingga megalir keringat di sekujur tubuhnya dan tak dapat melanjutkan presentasinya, tepatkah keberaniannya .. ??

berani ataupun takut hendaknya jangan dituruti begitu saja, takutlah pada sesuatu hal yang semestinya itu pantas untuk ditakuti, dan berani pun tak jauh berbeda seperti itu, janganlah berani yang asal berani begitu saja.

beranilah sesuai kemampuan, takutlah dengan perhitungan, bukan takut yang harus dipertahankan dan bukanlah keberanian yang harus ditingkatkan, melainkan perkirankanlah sesuatu itu, dan semga kamu mendapat sesuatu yang berharga dengan perhitunganmu.

wass..
.. batuajuang@gmail.com ..